Kamis, 10 Maret 2016

Proses Terjadinya Petir

0 komentar
     Petir atau disebut kilat atau juga bisa disebut halilintar merupakan fenomena alam yang umumnya terjadi pada saat musim penghujan, yang diawali dengan kilatan cahaya. Sesaat kemudian akan terdengar suara menggemuruh yang disebut dengan guntur atau gluduk dalam bahasa Jawa. Kenapa terlihat cahaya dulu, baru kemudian terdengar suara? Ini terjadi karena adanya perbedaan waktu kemunculan yang diakibatkan adanya selisih antara kecepatan suara dengan kecepatan cahaya.

Proses Terjadinya Petir

     Untuk pemahaman yang lebih mudah tentang terjadinya petir, kita memakai analogi sebuah kapasitor besar, yang dimana lempengan pertama yaitu awan, lempengan ini bisa negatif ataupun positif dan lempengan kedua yaitu bumi yang mempunyai sifat netral. Seperti yang sudah kita ketahui, kapasitor merupakan sebuah elemen negatif di dalam hubungan listrik yang dapat menyimpan daya sejenak atau bisa disebut energy storage. Seperti juga petir, dimana terdapat awan yang bermuatan negatif dan positif.
proses terjadinya petir     Proses terjadinya muatan di dalam awan, karena awan berjalan secara teratur, dan selama perjalanannya dia akan berhubungan dengan awan-awan lainnya yang mengakibatkan berkumpulnya muatan negatif di salah satu sisi, entah itu di atas atau di bawah. Sedangkan muatan positif berkumpul di sisi lainnya. Apabila perbedaan potensial diantara awan dan bumi besar, akan mengakibatkan terjadinya pembuangan muatan negatif atau disebut elektron.
Dalam proses pembuangan ini, udara merupakan media yang akan dilalui elektron. Apabila pada saat muatan elektron dapat menembus batas isolasi udara inilah menjadikan suara ledakan atau guntur. Kenapa terjadinya Petir lebih sering terjadi di musim penghujan? Karena pada saat musim penghujan, udara mengandung lebih banyak kadar air yang tinggi, yang mengakibatkan daya isolasi udara turun dan arus lebih gampang melewati.

Selasa, 09 Februari 2016

Mengenai Ciri - Ciri Gejala Tifus dan Penyebabnya

0 komentar
        Untuk bisa lebih waspada dengan penyakit tipes, salah satu langkah yang harus dilakukan adalah mengetahui apa saja ciri ciri gejala tipes dan juga berbagai faktor penyebabnya. Hal ini cukup beralasan, karena biasanya masyarakat yang tidak mengetahui apa saja tanda tanda gejala tipes terkadang baru mengetahui bahwa dirinya terkena tipes ketika penyakitnya sudah cukup parah. Dan itu tentu cukup berisiko, karena jika sudah cukup parah tentu saja proses penyembuhannya akan memakan waktu yang lama. Bahkan Anda bisa menginap di rumah sakit selama berminggu-minggu. Maka dari itu mengenali sejak dini gejala tipes dan juga mengetahui berbagai faktor penyebabnya bisa membuat kita semua bisa lebih waspada dengan penyakit yang satu ini. Dan pada artikel kali ini, kami akan membahas lebih lanjut mengenai berbagai macam ciri ciri gejala tipes dan juga apa saja faktor penyebabnya.

Faktor Penyebab Terjadinya Penyakit Tipes

        Sebenarnya apa itu penyakit tipes? Secara umum, penyakit yang satu ini diindikasikan sebagai infeksi yang terjadi pada usus yang diakibatkan oleh makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan bakteri bernama Salmonella Thypti. Bakteri tersebut kemudian masuk ke tubuh bersama dengan makanan dan minuman yang Anda konsumsi sehingga bisa sampai ke dalam usus dan menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini bisa menjangkit semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini pada awalnya bisa disebabkan karena Anda kurang menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan pada saat makan dan minum.
Selain disebabkan oleh bakteri Salmonella Thypti yang paling sering ditemukan di Indonesia, ada juga penyakit tipes yang disebabkan oleh hal lain. Penyebab lain terjadinya tipes adalah kutu badan yang bisa mengakibatkan tipus epidemik. Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri yang bernama Ricketsia typhi di mana bakteri tersebut dibawa dan disebarkan oleh kutu. Biasanya penyakit ini disebarkan oleh tungau dan caplak. Maka dari itu Anda harus selalu waspada dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama kebersihan makanan serta minuman yang Anda konsumsi. Bukan hanya itu, tetapi ternyata ada juga beberapa jenis penyakit tipes yang lainnya seperti demam berbintik gunung Rocky, demam Bountonneuse, tipes caplak Siberia, tipes caplak Australia, dan sebagainya.
Secara umum, seseorang bisa diketahui terkena tipes apabila ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium, terjadi beberapa hal. Pertama, sel darah putih di dalam tubuh jumlahnya menurun. Hal ini menyebabkan perdarahan yang terjadi pada usus. Selain itu jumlah trombosit akan menurun. Ketika dilakukan pemeriksaan darah, jika seseorang benar terkena tipus maka darah, kotoran serta urinnya biasanya terdapat bakteri Salmonella Thypti.

Ciri Ciri Gejala Tipes yang Sering Dialami

        Nah, setelah Anda mengetahui apa saja faktor penyebab utama yang paling sering mengakibatkan tipes, maka Anda juga harus mengetahui apa saja gejala tipes ringan supaya Anda bisa melakukan penanganan sebelum tipes semakin parah. Seseorang yang mengalami tipes parah biasanya kurang memperhatikan gejala-gejala yang terjadi sehingga baru mendapatkan penanganan ketika kondisinya sudah semakin memburuk. Maka dari itu sudah seharusnya Anda mengetahui apa saja ciri ciri gejala tipes. Dan berikut ini adalah beberapa tanda tanda gejala tipes yang sering terjadi.
  1. Demam
Para penderita tipes pada awalnya biasanya mengalami demam tinggi yang suhu tubuhnya bisa mencapai 39 sampai 40 derajat Celcius di malam hari. Akan tetapi menjelang pagi hari dan di siang hari, panasnya akan menurun dan akan terulang lagi di malam hari. Kondisi naik turunnya suhu tubuh ini biasanya akan terjadi selama kurang lebih 3 minggu pertama ketika seseorang mengalami tipes.
  1. Tidak Napsu Makan
Penderita tipes biasanya cenderung akan kehilangan berat badannya karena biasanya seseorang akan kehilangan napsu makannya saat terjangkit tipes. Akibatnya berat badan menurun dan kondisi tubuh pun semakin lemas. Hal inilah yang harus diwaspadai supaya tidak terjadi kepada Anda.

Kamis, 04 Februari 2016

Cara Membuat Cup Cake

0 komentar
         Cupcake merupakan satu jenis kue bolu  enak yang dicetak dalam sebuah cetakan berukuran cup. Namun kadangkala dibuat pada cetakan yang berasal dari kaleng, yang sering disebut juga dengan Muffin Tins. Kue bolu yang berasal dari Amsterdam ini merupakan salah satu kue atau cake yang enak dengan citarasa khasnya.
Makanan yang satu ini memiliki penggemar tersendiri baik Indonesia maupun di luar negeri. Dengan bentuknya yang imut seperti cup, cupcake ini juga dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk seperti bentuk hewan, love, bunga, kartun dan sebagainya.

        Bagi sahabat Cantikinfo yang suka sekali dengan cake yang satu ini, dan ingin mengetahui bagaimana cara membuat cupcake sendiri di rumah, silahkan lihat selengkapnya dalam artikel berikut ini :

Resep Cupcake Coklat

Bahan :
– 100 gram gula pasir
– 100 gram margarin, lelehkan
– 75 gram coklat masak pekat, lelehkan
– 75 gram tepung terigu
– 1/2 sendok teh cake emulsifier
– 1/2 sendok teh baking powder
– 12 endok makan susu bubuk
– 3 butir telur
Cara Membuat :
1. Kocok telur, gula pasir dan cake emulsifier hingga putih dan mengembang.
2. Kemudian tambahkan tepung terigu, susu bubuk dan baking powder sambil diayak dan diaduk-aduk hingga rata.
3. Masukkan margarin dan coklat yang telah dilelehkan, lalu aduk hingga rata.
4. Setelah itu tuang adonan tersebut ke dalama cetakan muffin yang telah dialasi dengan paper cup hingga 3/4 penuh.
5. Lalu kukuslah cetakan adonan tadi kurang lebih selama 15 menit hingga matang.
6. Angkat, dinginkan, dan cupcake siap untuk dihidangkan.